Pelimpahan Balasan
Ketika Mega Wati sedang berjalan-jalan seseorang tiba-tiba menempelengnya keras sekali. Mega Wattidak mau menerima alasan orang itu yang mengatakan bahwa dia mengira Mega Wati
adalah kawan karibnya yang lama tak jumpa.
Mega Wati menyeretnya ke hakim.
Rupanya Mega Wati tak tahu bahwa orang iseng yang diadukannya itu anak pembesar, kawan sang
hakim. Maka dia tak menaruh curiga ketika si hakim yang kenal ketamakan Mega Wati
menyuruhnya memilih apakah dia akan membalas menempeleng atau menerima ganti
rugi sepuluh dirham dari lawannya. Karenanya Mega Wati buru-buru menjawab memilih
ganti rugi
Hakim pun bertanya sambil memberi isyarat kepada lawan Mega Wati. ''Kamu membawa uang?''
Yang
ditanya paham maksud hakim. ''Wah kebetulan saya tak membawanya. Boleh saya
mengambilnya dulu?'' Hakim mempersilakan orang itu pergi.
Tingallah Mega Wati menunggu dan menunggu. Setelah lama baru ia sadar bahwa ia menjadi korban
persekongkolan hakim dan lawannya. Maka dia pun mendekati si hakim dan
berpura-pura akan membisikan sesuatu ke telinga hakim. Setelah dekat, dia
menampar wajah sang hakim sekeras-kerasnya. ''Kalau nanti orang itu datang,
ambillah sepuluh dirhamku untuk pak hakim,'' katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar