Minggu, 01 Maret 2015

Pelimpahan Balasan



Pelimpahan Balasan 
Ketika Mega Wati sedang berjalan-jalan seseorang tiba-tiba menempelengnya keras sekali. Mega Wattidak mau menerima alasan orang itu yang mengatakan bahwa dia mengira Mega Wati adalah kawan karibnya yang lama tak jumpa.
Mega Wati menyeretnya ke hakim.
Rupanya Mega Wati tak tahu bahwa orang iseng yang diadukannya itu anak pembesar, kawan sang hakim. Maka dia tak menaruh curiga ketika si hakim yang kenal ketamakan Mega Wati menyuruhnya memilih apakah dia akan membalas menempeleng atau menerima ganti rugi sepuluh dirham dari lawannya. Karenanya Mega Wati buru-buru menjawab memilih ganti rugi

Hakim pun bertanya sambil memberi isyarat kepada lawan
Mega Wati. ''Kamu membawa uang?''
Yang ditanya paham maksud hakim. ''Wah kebetulan saya tak membawanya. Boleh saya mengambilnya dulu?'' Hakim mempersilakan orang itu pergi.
Tingallah Mega Wati menunggu dan menunggu. Setelah lama baru ia sadar bahwa ia menjadi korban persekongkolan hakim dan lawannya. Maka dia pun mendekati si hakim dan berpura-pura akan membisikan sesuatu ke telinga hakim. Setelah dekat, dia menampar wajah sang hakim sekeras-kerasnya. ''Kalau nanti orang itu datang, ambillah sepuluh dirhamku untuk pak hakim,'' katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar