Sabtu, 27 Juni 2015

MISI VALENTINE’S DAY


MISI VALENTINE’S DAY
**OLEH NAHARUDDIN**
ALUMNI PERTAMA PONPES ALWASILAH LEMO

Memasuki bulan fenbruari di Negara muslim terbesar (Indonesia) yang berpenduduk kurang lebih 225juta jiwa, mayoritasnya menganut agama islam ada suatu pemandangan yang menimbulkan tanda tanya besar bagi saetiap muslim.
Tokoh-tokoh swalayan menyediakan; bunga-bunga berwarna merah kartu-kartu ucapan selamat dan umumnya berlogo hea pan (dewa cinta), hotel-hotel dan restoran mewah menyediakan paket valentine, siaran rado dan televisi disusun sedemikian rupah untuk memeriahkan hari valentine yang jatuh pada tanggal 14 februari.
Apakah ini tradisi isalam? Kalau tidak mengapa orang yang mengaku dirinya beragama isalam ikut merayakannya? Lalu apa solusinbya?
Sejarah Hari Valentine
Beberapa eferensi menjelasakn bahwa hari valentine adalah harikaasih sayanlg bangsa Romawi yang menganut Animisme yang dirayakan semeanjak 17 abad silam, sebagai ungkapankasih sayang dewa.
            Peringatan ini berasal dari sebuag legenda bahwa Romelius pendri kota Roma disusui oleh seekor serigala sehingga ia tumbu menjadi orang yang berbadab kuat dan berakal caerdas.
Maka bangsa Romawi mengabadikan peristiwa tersebut pada pertengahan bylan februari dengan prosesi perayaan sebagai berikut: “seekoor anjing dan domba di saembelih, lalu dipilih dua orang perjaka yang berbadan tegak untuk dilumuri tubuhnya dengan dara anjing dan domba. Setelah dilumuri, mereka dimandikan daengan air susu. Lalu diarak kesealuruh penjuaru kota sambil memegang cambuk yang terbuat dati kulit. Di sepanjang jalan para wanita Rmawi menyambut hangat lesatan cambuk ketubuhnya, karena diyakini berhasyiat menyembuhkan penyakit dan mudah mendapatkan ketuarunan.”
Hubungan Valentine Dengan Perayaan Diatas:
Valentine adlah nama seorang pengikut Kristen yang dibunuh oleh Claudius pada tahun 296 M. melalaui sebuah penyiksaan karena dia pndh agama dari seorang penganut Animisme  Romawi menjadi seoarang Kristen.
            Setelah bangsa Romawi mwmwluk aganma Kristen mereka tidak membuang tradisi Animis tersebut tetapi menggeantinya dengamn memperingati hari kematian Valentine sebagai tokoh penyebar cinta dan damai dan proses peringaytannya dimodifikasi menjadi:
            “Mereka membuat sebuah perkumpulan massa, lalu menulis nama-nama wanita yang telah memasuki umur nkah pada lembar kertas. Lalu digulung. Kemudian dipanggil seorang pemuda untuk mengambul satu kertas dan membukanya. Nama wanita yang tertulis di kertas tersaebut akan menjadi pasangan sealama setahun, andai setelah setahun hidup bersama selama setahun tanpa hubungan nikah  merasa serasi mereka melanjutkannya denagan pernikahan. Andai tidak ada keserasian maka pada hari valentne tahun mendatang akan berpisah.”
            Perayaan ini ditentang oleh para tokoh agama saat itu daan mengeluarkan larangan memepearingatnya karena dianggap telah merusak ahlak para pemuda dan pemudi. Tidak ada informas yang jelas tentang siapa yang menghidupkan kembali tradisi ini. Beberapa cearita menggungkapkan bahwa di Ingris orang-orang memperingatinya sejak abad XV M.
Sikap Seorang Muslim Terhadap Hari Valentine:
1.      Dari asal-usulnya kita keotahui bahwa perayaan hari valentine adalah suatu upacara suci orang-orang Romawi yang Animis sebagai ungkapan cinta kepdadewa mereka. Tradisis ini adalah tradisi syirik tak ubahnya bagaikan ritual orang-orang Arab Jahilyyah penyemba beralah mengungkapkan cinta berahala yang berada di sekeliling Ka’bah dnagan cara mengelilinginya dalam keadaan telanjang tanpa memakai sehelai benagpun sambil bertepukn tangan dan bersiul.
2.      Kemudian umat Kristen Romawi mengadpsi tradisi ini dengan merayakan kematian Valentine sebagai lambang pemebar cinta dan damai akan tetapi itu coman slogan karena prosesi perayaan tak lebih dari mencari pasangannya untuk musim kawin di bulan februarri.dan ini bertentangan denagan ajaran Kristen sehingga para pendeta melarangnya..
3.      Sebgian besar ummat islam ikut merayakan valentine umumnya mereka mengajuhkan alasan sebagai berikut:
Ø  Para pemuda pemudi beralasan bahwa mereka hanya memaenfaatkan kesemoatan valentine untukmencari pasanagan hidup yang setia.
Ø  Para pria dan wanita yang sudah berumah tangga beralasan bahwa bhari valentine adalah kesempatan untk melenggengkan rumah tangga dengan salng mengungkapkan kasih sayang.
Ø  Orang-orabg yang memiliki teman sejawat, sekantor, seprofesi. Yang beragama Kisten beralasanbahwa hari valentine adalah keseampatan untuk mempererat hubungan.


Alasan yang mereka ajuhkan laksana  menegahkan benang basah, sadara tau tidak mereka termasuk da;lam ancaman sabda Nabi: “barang siapa yyang meniru tradisi suatu kaum maka daia dalah bagian dari kaun tersebut.” (H.R.Ahmad).
maka orang isalam yang ikut memerikan harivalentine sesungguhnya dia adalah bagian dari umat Nasrani atau bagian dari kaum Animisme Romawi kuno-na’uzubillah. Untuk pemuuda dan pemudi ummat isalam yamg kehialangan jatih diri! Perayaan valentine bukanlah hari baik untul mencari jodoh, karena ia merupakan pearayaan syirik, walaupun anda mendapatkan pasanagn setia saat  itu di dunia sungguh dia bukan pasanagan anda sejati, apalagi nanti di akhirat (mungkin juga di dunia) aanda dan dia akan salaing bermusuhan, kaena pasanagnyang sejati adalah pasangan yang bertakwa danorangorang yang beratakwa tidak akanmau menghadiri perayaan syirik semacam itu.
Untuk pasutri mislim yang lentera cintanya mulai redup! Memanpaatkan keseampatan sirik hanya kan memadamkan lenteran cinta anda  yang mulai redup dan akan menyuluut api yang akan membakar rumah tangga anda. Untuk muslim dan muslimat yangb tidak kena;l lawan dan kawann! Allah tidak melarang anda untuk berteman denagn orang di luar islam, akan tetappi Allah melarang anda untuk menaruh rasa cinta terhadap mereka dan lebih para lagi jika anda mengungkanya dalam bentuk berkit=rim kartu atau hadia di kesempatan syiarik itu.
4.      Realita banyaknya umat islam yang ikut merayakan hari kasih sayasng, ini sangat mengherankan padahal dalam ajaran islam telah meneragkan secara lengkapntenyamng cara memelihara dan menuai cinta kepada Allah dan Rasulnya, cinta kepda sesama muslim dan muslimat. Cinta dalam islam merupakan salah-satu pilar yang peenting dalam beribadah, ibadah yang tidak didasari cinta akan terasa hampa.

Sedangkan ungkapan cinta kepoada Alalh dan kaum muslimuin dapat dipupuk, diantaranya mengikuti ajaran Rasullah SAW, melakukan amalan fardu dan sunnat, sering membaca al-qura’n, mengucpakan salam saat bertemu dan masuk rumah, saling mengunjujungai atau ungkapkan rasa cinta anda kepadanya dengan ucapan:”aku mencintaimu karena Allah” dan yang diberi ucapan harus menjawab.” Semoga allah mencinntaimu.

Bilamana tips ini anda ikuti dan laksanakan daengan seksama niscaya anda kan terlepas dari belenggu sinta terhadap yang fana (binasa) berganti dengan cinta kepada Dzat yang Baqa’ (kekal) yang menentarramkan jiwa dan raga.
DA’WAH TIDAK HARUS DENGAN LISAN…. 
DA’WAH-PUN BISA DENGAN TULISAN….